Translate

Sabtu, 16 Agustus 2014

Perfect Princess

Perfect Princess

Hai,perkenalkan namaku Caca Maria,aku biasa di panggil Caca,aku termasuk orang yang sederhana,aku bersekolah di sekolah biasa yang tidak terlalu bagus.Usiaku kini 16 tahun.
“Bibi,aku mau snack ini,” kataku kepada Bibi sambil menyodorkan snack yang kuinginkan.
“Harganya 20.000,” kata Bibi sambil menyodorkan uang 20.000 kepadaku.Aku pun membayarnya,kemudian keluar dari took.
“Yah,uangku tinggal 5.000,” ujarku sambil berjalan ke supermarket.
“Terpaksa beli coklat 3.000 deh,” ujarku menghela napas.
Saat akan berjalan pulang aku melewati sekolah Harapan Bangsa tempat anak anak elite bersekolah,dan juga sekolah terfavorite di daerahku.Aku melihat murid muridnya semua menenteng tas tas mahal.
“Wuah,jadi iri!” teriakku sambil menggoyang goyang kan tanganku,tiba tiba.PYOK!.Wuah,gawat coklat ku mengenai seragam murid Harapan Bangsa.
“Ma,maaf,aku hanya punya uang 2.000,”ucapku.
“Coklatmu enak,ya?” katanya tersenyum ramah sambil mengelap mulutku yang belepotan coklat,lalu dia pergi.
“Wuah,keren sekali,”ucapku sambil ngiler ngiler *ehgakdeng.
Sesampainya dirumah,aku menelpon temanku yang bersekolah di Harapan Bangsa.Namanya Manda.
*otp*
C: “Hallo,Manda?”
M: “Ya,ada apa Ca?”
C: “Mm,gini boleh gak aku pinjem seragam mu ?”
M: “Wah,kayanya gak bisa deh,soalnya besok aku masuk,coba tanya Trisha,kakaknya kan murid Harapan Bangsa,dan sepertinya besok dia libur.”
C: “Yaudah deh,coba ku tanya dulu,makasih ya!”
M: “Ok,sama sama,”
*end*
Setelah menutup telepon,aku segera tidur agar esok tidak terlambat datang ke sekolah.Esok harinya…
“Hoamm..” aku menguap.
Setelah bangun tidur aku segera mandi,memakai seragam,berdandan sedikit,lalu menuju ke ruang makan untuk sarapan.Seusai sarapan aku berpamitan kepada Ibu untuk berangkat kesekolah.
“Bu,Caca sekolah dulu,ya” pamitku pada Ibu.
“Iya,sayang,hati hati ya” ucap ibuku sambil mencium keningku.
Setelah itu aku berangkat menuju sekolah dengan jalan kaki.Setibanya di sekolah aku segera menuju ke kelasku.Pelajaran telah dimulai.
KRING!!KRING!!
“Yeah,waktunya pulang!” ucapku riang.
Setibanya dirumah aku segera mengganti pakaianku,tetapi kali ini aku tidak menggunakan baju santai,melainkan seragam sekolah Harapan Bangsa,Ya! aku akan berpura pura menjadi siswa Harapan Bangsa.
Aku tau yang kulakukan adalah salah,namun biarkan aku bertemu dengannya sekali lagi.Kataku dalam hati.Tiba tiba terdengar banyak suara riuh meneriakan nama orang.
“Emir!Emir!”
“Gyaaa!! Emirrr!”
“Woah,keren banget”
Aku melihat pandangan orang orang,ternyata mereka sedang memandang lelaki yang kemarin bertabrakan denganku.Keren sekali anak itu.
“Emir,aku ingin melihat pulau yang baru kaubeli”
“Mobilmu sangat keren”
“Baiklah,sampai jumpa semuanya” ucap Emir diiringi dengan senyuman hangatnya.
Tidak sengaja,aku mendengar percakapan dua orang gadis.
“Wah,manis sekali senyumnya”
“Namanya juga Emir Mahira Salim,putra pewaris perusahaan konglomerat”
“APA?! Sekaya itukah dia?! Hah! Jangan jangan perempuan perempuan itu mengincar hartanya,wah tidak bisa dibiarkan” ucapku lalu menghampirinya.
“Hai! Mau jalan denganku?” ucapku.
Hening.
Ah,terlalu heboh pasti ya.
“Maaf,jam 3 aku harus les,jam 5 aku latihan berkuda,jam 6 les piano,jam 7 acara minum teh,dan jam 8 aku harus berlatih dansa.” Dia menolah dengan halus.
“Apakah itu semua berguna bagi hidupmu bertahun tahun kemudian?”tanyaku.
“Aku tidak tahu” ucapnya.
“kalau begitu,mari kita main!” ucapku sambil menarik tangannya.
Aku mengajaknya ke game centre,yang pasti tidak pernah ia datangi,aku lupa bahwa dia orang elite.
“Tempat apa ini?” tanyanya.
Ah!Aku lupa,manamungkin dia pernah ketempat ini,aku kan pelanggan tetap game centre.
Tiba tiba ada dua lelaki datang.
“Wah,ada murid sekolah Harapan Bangsa” ucap salah seorang anak lelaki itiu.
“Hei,bolehkah kami pinjam uangmu?” ucap lelaki satunya.
“Lebih baik kita pergi saja” ucapku sambil berbisik.
“Tolonglah,orang tuaku meninggal,dan aku punya 11 adik,mereka kelaparan” ucap anak lelaki tadi.
“Wah,malang sekali nasibmu,baiklah kau bisa gunakan kartu kreditku jika kau butuh” ucap Emir seraya memberikan kartu itu.
“Hei! Tunggu! Dia bohong!”bisikku lalu berjalan kedepan Emir.
“Hei kau! Kalau tidak punya uang mengapa kau pergi ke game centre! Bekerjalah jika kau butuh uang!” teriakku emosi.
“Apa?! Banyak omong!” lelaki itu siap memukulku,aku hanya bisa pasrah.Tiba tiba satu tangan menghalangi pukulan itu.
“Maaf,aku tidak suka orang yang kebohongan,dan lelaki yang kasar terhadap perempuan” ucap Emir tenang tetapi tegas sambil memberikan seulas senyum manis.
“Ayo pergi! Dia bukan orang sembarangan” ucap lelaki itu lalu pergi keluar dari game centre.
“Kau tidak apa apa?” tanya Emir padaku.
“Aku tidak apa apa,kau yang seharusnya berhati hati,banyak perempuan yang mengincar hartamu” ucapku tidak sabar.
“Begitukah?” ucapnya sambil menunduk.
Anak ini polos sekali
“Hei,tidak perlu bersedih” ucapku menenangkannya.
“Terimakasih,karenamu aku jadi tahu” katanya sambil tersenyum padaku.Aku membalas senyumnya.
Hari hari berikutnya kulalui dengan riang bersama Emir.Sampai suatu hari dia bertanya.
“Hei,sepertinya aku tidak pernah melihatmu di sekolah” katanya tiba tiba.
“Ah,ya aku murid pindahan,dan jarang sekali keluar kelas” ucapku lancer tetapi sebenarnya gugup.
“Oh,pantas” jawabnya.
“Oh iya,bagaimana pesta nanti?” tanyanya.
“Pesta?” tanyaku bingung.
“Ya,pesta sekolah malam nanti pukul 19.00,bisakah kau datang?” tanya Emir.
“Ah,sepertinya aku tidak bisa datang” ucapku.
“Ayolah,sebenarnya aku ingin pergi ke pesta denganmu” ucap Emir.
“Aku tidak…” belum selesai aku bicara Emir memotong ucapanku.
“Karna kau telah mengajakku ke banyak tempat seru,ku berikan gaun ini untukmu,” ujar Emir sambil memberikan sebuah kotak berwarna pink.
“Ah,baiklah” kataku akhirnya sambil tersenyum.
Malamnya..
Maaf Emir..bolehkah aku berbohong sekali lagi?Setelah ini aku akan membongkar semuanya.
“Can I dance with you?”ucap Emir sambil tersenyum.
“Of course” jawabku tersenyum.
Aku dan Emir pun berdansa dengan hati yang berbunga bunga.Tiba tiba alunan music yang indah terhenti,ada sorot lampu yang menyinari 3 orang perempuan.
“Orang luar… Tak boleh ikut pesta ini.”ucap salah satu anak perempuan itu.
Eh?!
“Kami sudah meneliti tentang dirimu.Caca Maria.”lanjutnya.
Dheg.Tung..tunggu dulu…
“KAU CACA MARIA,KELAS 1 A SMA NEGERI KITA.KAU GADIS KERE YANG MENGGELANDANG KE MANA-MANA…”dia menggantungkan kalimatnya.
Aku sendiri yang ingin mengaku  pada Emir,setelah pesta ini selesai..
“KENAPA MENYUSUP KE SEKOLAH KAMI?!” bentaknya emosi.
Hentikan..jangan beberkan sekarang!
“EMIR! INILAH SOSOK ASLI PEREMPUAN INI!” teriaknya sambil memberikan beberapa foto diriku.
“Emir..sebetulnya…” ucapanku terpotong.
“Caca…” ujar Emir lembut.
“Semuanya…bohong,ya?” ucapnya pelan tetapi tegas.
Nyuuut
Emir!
“INI BUKAN TEMPAT BUAT ORANG MISKIN!” teriak perempuan itu.
“BERANINYA MENEMPEL PADA EMIR…”lanjutnya.
“JANGAN GANGGU EMIR LAGI!” teriak temannya.
“BALIK KE ALAMMU!” teriaknya.
Tak usah diceramahi aku juga tahu kok.Tapi.. Saat bersama Emir,aku merasa seperti putri.
“Emir,maaf ya… Aku memang bukan dari keluarga kaya.”ucapku menggantung.
“Tapi…Percayalah pada satu hal.” Kalimatku masih kugantung.
Hanya ini yang bisa kutegaskan.
“Perasaan sayangku padamu…Sungguh tulus,bukan dusta!”kalimatku selesai,aku segera berlari meninggalkan pesta itu.
Kalau memang aku seorang tuan putri…Apa aku bisa jadi kekasih yang pantas bagi Emir…
***
“Terimakasih!” ucapku sambil tersenyum.Ya,mulai sekarang aku bekerja di café.
Meski patah hati…Kita tak bisa hidup tanpa uang.
“Caca rajin sekali” ucap temanku yang bekerja di café juga.
“Iya,tetap harus kerja meski hati remuk” ucapku.
“Yah..” temanku menjawab bingung.
Aku harus berjuang agar pantas bersanding dengan Emir.
“Ada tamu,Caca!” ucap temanku lalu pergi.
“Selamat datang! Mau pesan apa?” sambutku ramah.
Aku pesan cintamu” ucap pelanggan tersebut yang berhasil membuatku dan temanku.BENGONG.
“Emir…” lirihku.
“Caca,inilah perasaanku.” Ujarnya.
“Kau sudah tahu siapa aku,kan? Aku tak pantas bagi Emir…” ucapku menunduk.
“Status tak ada hubungannya dengan kita.Kau juga selalu melihat diriku,bukan hartaku,kan?Aku juga sama… Terlanjur jatuh sayang padamu.” Ucap Emir sambil tersenyum yang berhasil membuatku meneteskan air mataku.Kami pun berpelukan.
Emir…
Jatuh cinta pada Emir membuatku jadi seorang putri.
Semua gadis yang jatuh cinta,pasti akan jadi tuan putri di samping pangerannya!
-END-

Hai hai!~
Akhirnya selesai juga cerpen “Perfect Princess” nya,maaf ya kalau ada kesalahan kata kata atau typo atau apalah yang kurang menyenangkan.Baru pertama kali bikin soalnya.. hehe.Ohya,cerita ini aku terinspirasi dari komik,tapi ini asli buatan tangan aku kok;;).

Inspiration: Super Sweet Honey ~ AOI Michiru.

Sabtu, 09 Agustus 2014

Sorry Gais :(

Hai,,gini guys gua mau ngomong bahwa Emir Love Story nya di batalin,so cuma same 2 part doang,nah sebagai gantinya,gue bakalan bikin cerpen cerpen yg terinspirasi dari komik.Yah,gue harap kalian dont sad yea :* Owkey,segitchu duwlu aja eaw bhay bhay :*