Perfect
Princess
Hai,perkenalkan namaku Caca Maria,aku biasa di
panggil Caca,aku termasuk orang yang sederhana,aku bersekolah di sekolah biasa
yang tidak terlalu bagus.Usiaku kini 16 tahun.
“Bibi,aku mau snack ini,” kataku kepada Bibi sambil
menyodorkan snack yang kuinginkan.
“Harganya 20.000,” kata Bibi sambil menyodorkan uang
20.000 kepadaku.Aku pun membayarnya,kemudian keluar dari took.
“Yah,uangku tinggal 5.000,” ujarku sambil berjalan
ke supermarket.
“Terpaksa beli coklat 3.000 deh,” ujarku menghela
napas.
Saat akan berjalan pulang aku melewati sekolah
Harapan Bangsa tempat anak anak elite bersekolah,dan juga sekolah terfavorite
di daerahku.Aku melihat murid muridnya semua menenteng tas tas mahal.
“Wuah,jadi iri!” teriakku sambil menggoyang goyang
kan tanganku,tiba tiba.PYOK!.Wuah,gawat coklat ku mengenai seragam murid
Harapan Bangsa.
“Ma,maaf,aku hanya punya uang 2.000,”ucapku.
“Coklatmu enak,ya?” katanya tersenyum ramah sambil
mengelap mulutku yang belepotan coklat,lalu dia pergi.
“Wuah,keren sekali,”ucapku sambil ngiler ngiler
*ehgakdeng.
Sesampainya dirumah,aku menelpon temanku yang
bersekolah di Harapan Bangsa.Namanya Manda.
*otp*
C: “Hallo,Manda?”
M: “Ya,ada apa Ca?”
C: “Mm,gini boleh gak aku pinjem seragam mu ?”
M: “Wah,kayanya gak bisa deh,soalnya besok aku
masuk,coba tanya Trisha,kakaknya kan murid Harapan Bangsa,dan sepertinya besok
dia libur.”
C: “Yaudah deh,coba ku tanya dulu,makasih ya!”
M: “Ok,sama sama,”
*end*
Setelah menutup telepon,aku segera tidur agar esok
tidak terlambat datang ke sekolah.Esok harinya…
“Hoamm..” aku menguap.
Setelah bangun tidur aku segera mandi,memakai
seragam,berdandan sedikit,lalu menuju ke ruang makan untuk sarapan.Seusai
sarapan aku berpamitan kepada Ibu untuk berangkat kesekolah.
“Bu,Caca sekolah dulu,ya” pamitku pada Ibu.
“Iya,sayang,hati hati ya” ucap ibuku sambil mencium
keningku.
Setelah itu aku berangkat menuju sekolah dengan
jalan kaki.Setibanya di sekolah aku segera menuju ke kelasku.Pelajaran telah
dimulai.
KRING!!KRING!!
“Yeah,waktunya pulang!” ucapku riang.
Setibanya dirumah aku segera mengganti
pakaianku,tetapi kali ini aku tidak menggunakan baju santai,melainkan seragam
sekolah Harapan Bangsa,Ya! aku akan berpura pura menjadi siswa Harapan Bangsa.
Aku
tau yang kulakukan adalah salah,namun biarkan aku bertemu dengannya sekali
lagi.Kataku dalam hati.Tiba tiba terdengar banyak suara
riuh meneriakan nama orang.
“Emir!Emir!”
“Gyaaa!! Emirrr!”
“Woah,keren banget”
Aku melihat pandangan orang orang,ternyata mereka
sedang memandang lelaki yang kemarin bertabrakan denganku.Keren sekali anak
itu.
“Emir,aku ingin melihat pulau yang baru kaubeli”
“Mobilmu sangat keren”
“Baiklah,sampai jumpa semuanya” ucap Emir diiringi
dengan senyuman hangatnya.
Tidak sengaja,aku mendengar percakapan dua orang
gadis.
“Wah,manis sekali senyumnya”
“Namanya juga Emir Mahira Salim,putra pewaris
perusahaan konglomerat”
“APA?! Sekaya itukah dia?! Hah! Jangan jangan
perempuan perempuan itu mengincar hartanya,wah tidak bisa dibiarkan” ucapku
lalu menghampirinya.
“Hai! Mau jalan denganku?” ucapku.
Hening.
Ah,terlalu
heboh pasti ya.
“Maaf,jam 3 aku harus les,jam 5 aku latihan
berkuda,jam 6 les piano,jam 7 acara minum teh,dan jam 8 aku harus berlatih
dansa.” Dia menolah dengan halus.
“Apakah itu semua berguna bagi hidupmu bertahun
tahun kemudian?”tanyaku.
“Aku tidak tahu” ucapnya.
“kalau begitu,mari kita main!” ucapku sambil menarik
tangannya.
Aku mengajaknya ke game centre,yang pasti tidak
pernah ia datangi,aku lupa bahwa dia orang elite.
“Tempat apa ini?” tanyanya.
Ah!Aku
lupa,manamungkin dia pernah ketempat ini,aku kan pelanggan tetap game centre.
Tiba tiba ada dua lelaki datang.
“Wah,ada murid sekolah Harapan Bangsa” ucap salah
seorang anak lelaki itiu.
“Hei,bolehkah kami pinjam uangmu?” ucap lelaki
satunya.
“Lebih baik kita pergi saja” ucapku sambil berbisik.
“Tolonglah,orang tuaku meninggal,dan aku punya 11
adik,mereka kelaparan” ucap anak lelaki tadi.
“Wah,malang sekali nasibmu,baiklah kau bisa gunakan
kartu kreditku jika kau butuh” ucap Emir seraya memberikan kartu itu.
“Hei! Tunggu! Dia bohong!”bisikku lalu berjalan
kedepan Emir.
“Hei kau! Kalau tidak punya uang mengapa kau pergi
ke game centre! Bekerjalah jika kau butuh uang!” teriakku emosi.
“Apa?! Banyak omong!” lelaki itu siap memukulku,aku
hanya bisa pasrah.Tiba tiba satu tangan menghalangi pukulan itu.
“Maaf,aku tidak suka orang yang kebohongan,dan
lelaki yang kasar terhadap perempuan” ucap Emir tenang tetapi tegas sambil
memberikan seulas senyum manis.
“Ayo pergi! Dia bukan orang sembarangan” ucap lelaki
itu lalu pergi keluar dari game centre.
“Kau tidak apa apa?” tanya Emir padaku.
“Aku tidak apa apa,kau yang seharusnya berhati
hati,banyak perempuan yang mengincar hartamu” ucapku tidak sabar.
“Begitukah?” ucapnya sambil menunduk.
Anak
ini polos sekali
“Hei,tidak perlu bersedih” ucapku menenangkannya.
“Terimakasih,karenamu aku jadi tahu” katanya sambil
tersenyum padaku.Aku membalas senyumnya.
Hari hari berikutnya kulalui dengan riang bersama
Emir.Sampai suatu hari dia bertanya.
“Hei,sepertinya aku tidak pernah melihatmu di
sekolah” katanya tiba tiba.
“Ah,ya aku murid pindahan,dan jarang sekali keluar
kelas” ucapku lancer tetapi sebenarnya gugup.
“Oh,pantas” jawabnya.
“Oh iya,bagaimana pesta nanti?” tanyanya.
“Pesta?” tanyaku bingung.
“Ya,pesta sekolah malam nanti pukul 19.00,bisakah kau
datang?” tanya Emir.
“Ah,sepertinya aku tidak bisa datang” ucapku.
“Ayolah,sebenarnya aku ingin pergi ke pesta
denganmu” ucap Emir.
“Aku tidak…” belum selesai aku bicara Emir memotong
ucapanku.
“Karna kau telah mengajakku ke banyak tempat seru,ku
berikan gaun ini untukmu,” ujar Emir sambil memberikan sebuah kotak berwarna
pink.
“Ah,baiklah” kataku akhirnya sambil tersenyum.
Malamnya..
Maaf
Emir..bolehkah aku berbohong sekali lagi?Setelah ini aku akan membongkar
semuanya.
“Can I dance with you?”ucap Emir sambil tersenyum.
“Of course” jawabku tersenyum.
Aku dan Emir pun berdansa dengan hati yang berbunga
bunga.Tiba tiba alunan music yang indah terhenti,ada sorot lampu yang menyinari
3 orang perempuan.
“Orang luar… Tak boleh ikut pesta ini.”ucap salah
satu anak perempuan itu.
Eh?!
“Kami sudah meneliti tentang dirimu.Caca Maria.”lanjutnya.
Dheg.Tung..tunggu
dulu…
“KAU CACA MARIA,KELAS 1 A SMA NEGERI KITA.KAU GADIS
KERE YANG MENGGELANDANG KE MANA-MANA…”dia menggantungkan kalimatnya.
Aku
sendiri yang ingin mengaku pada
Emir,setelah pesta ini selesai..
“KENAPA MENYUSUP KE SEKOLAH KAMI?!” bentaknya emosi.
Hentikan..jangan
beberkan sekarang!
“EMIR! INILAH SOSOK ASLI PEREMPUAN INI!” teriaknya
sambil memberikan beberapa foto diriku.
“Emir..sebetulnya…” ucapanku terpotong.
“Caca…” ujar Emir lembut.
“Semuanya…bohong,ya?” ucapnya pelan tetapi tegas.
Nyuuut
Emir!
“INI BUKAN TEMPAT BUAT ORANG MISKIN!” teriak
perempuan itu.
“BERANINYA MENEMPEL PADA EMIR…”lanjutnya.
“JANGAN GANGGU EMIR LAGI!” teriak temannya.
“BALIK KE ALAMMU!” teriaknya.
Tak
usah diceramahi aku juga tahu kok.Tapi.. Saat bersama Emir,aku merasa seperti putri.
“Emir,maaf ya… Aku memang bukan dari keluarga kaya.”ucapku
menggantung.
“Tapi…Percayalah pada satu hal.” Kalimatku masih
kugantung.
Hanya
ini yang bisa kutegaskan.
“Perasaan sayangku padamu…Sungguh tulus,bukan dusta!”kalimatku
selesai,aku segera berlari meninggalkan pesta itu.
Kalau
memang aku seorang tuan putri…Apa aku bisa jadi kekasih yang pantas bagi Emir…
***
“Terimakasih!” ucapku sambil tersenyum.Ya,mulai
sekarang aku bekerja di café.
Meski
patah hati…Kita tak bisa hidup tanpa uang.
“Caca rajin sekali” ucap temanku yang bekerja di café
juga.
“Iya,tetap harus kerja meski hati remuk” ucapku.
“Yah..” temanku menjawab bingung.
Aku
harus berjuang agar pantas bersanding dengan Emir.
“Ada tamu,Caca!” ucap temanku lalu pergi.
“Selamat datang! Mau pesan apa?” sambutku ramah.
“Aku pesan
cintamu” ucap pelanggan tersebut yang berhasil membuatku dan
temanku.BENGONG.
“Emir…” lirihku.
“Caca,inilah perasaanku.” Ujarnya.
“Kau sudah tahu siapa aku,kan? Aku tak pantas bagi
Emir…” ucapku menunduk.
“Status tak ada hubungannya dengan kita.Kau juga
selalu melihat diriku,bukan hartaku,kan?Aku juga sama… Terlanjur jatuh sayang
padamu.” Ucap Emir sambil tersenyum yang berhasil membuatku meneteskan air
mataku.Kami pun berpelukan.
Emir…
Jatuh
cinta pada Emir membuatku jadi seorang putri.
Semua
gadis yang jatuh cinta,pasti akan jadi tuan putri di samping pangerannya!
-END-
Hai hai!~
Akhirnya selesai juga cerpen “Perfect Princess” nya,maaf
ya kalau ada kesalahan kata kata atau typo atau apalah yang kurang
menyenangkan.Baru pertama kali bikin soalnya.. hehe.Ohya,cerita ini aku
terinspirasi dari komik,tapi ini asli buatan tangan aku kok;;).
Inspiration:
Super Sweet Honey ~ AOI Michiru.